Jumat, 29 Januari 2010

Benarkah Shafar Bulan yang Menakutkan dan Bulan Kesialan ?


send: [19/01/2010]
Sekarang ini kita telah memasuki bulan Shafar, bulan kedua dari penanggalan Hijriyah. Oleh sebagian ulama, bulan Shafar ini diberi julukan Shofarul Khoir, artinya Shofar yang penuh kebaikan. Kenapa dinamakan demikian? Karena umumnya orang awam menyangka bahwa bulan Shofar adalah bulan sial atau penuh dengan bala (bencana). Sehingga untuk membuat rasa optimis umat Islam maka dinamakanlah Shofarul Khoir. Sehingga bulan Shafar tidak terkesan menakutkan apalagi dipercaya sebagai bulan kesialan. Padahal setiap bulan-bulan Islam itu memiliki kekhususan dan keistimewaan sendiri-sendiri, demikian pula Shafar.

Pada dasarnya hari dan bulan dalam satu tahun adalah sama. Tidak ada hari atau bulan tertentu yang membahayakan atau membawa kesialan. Keselamatan dan kesialan pada hakikatnya hanya kembali pada ketentuan takdir Ilahi.

Pada masa jahiliyah, orang Arab beranggapan bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang tidak baik. Bulan yang banyak bencana dan musibah, sehingga orang Arab pada masa itu menunda segala aktivitas pada bulan Shafar karena takut tertimpa bencana. Begitu juga dalam tradisi kejawen, banyak hitungan-hitungan yang digunakan untuk menentukan hari baik dan hari tidak baik, hari keberuntungan dan hari kesialan. Lalu bagaimana menurut syariah Islam?

Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim, Rosulullah SAW meluruskan dan menjelaskan tentang hal-hal yang merupakan penyimpangan akidah itu. Rasulullah bersabda:

“Tidak ada penularan penyakit, tidak diperbolehkan meramalkan adanya hal-hal buruk, tidak boleh berprasangka buruk, dan tidak ada keburukan dalam bulan Shafar.”

Kemudian seorang A’roby (penduduk pedesaan arab), bertanya kepada Rasulullah:

“Wahai Rasulullah, lalu bagaimana dengan onta yang semula sehat kemudian berkumpul dengan onta yang kudisan kulitnya, sehingga onta tersebut menjadi kudisan pula?”

Kemudian Rasulullah menjawab dengan sebuah pertanyaan:

“Lalu siapa yang menularkan (kudis) pada onta yang pertama?”

Ungkapan hadits laa ‘adwaa’ atau tidak ada penularan penyakit itu, bermaksud meluruskan keyakinan golongan jahiliyah. Pada saat itu mereka berkeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar pada ketentuan dari takdir ilahiyah.

Oleh sebab itu, untuk meluruskan keyakinan mereka, Rasulullah menjawab pertanyaan mereka dengan pertanyaan pula. Jika penyakit kudis onta yang sehat berasal dari onta yang sudah kudisan, onta yang kudisan dari yang lain, kemudian siapa yang menularkan penyakit kudis pada onta yang pertama kali terkena penyakit kudis?

Sakit atau sehat, musibah atau selamat, semua kembali kepada kehendak Allah SWT. Penularan hanyalah sebuah sarana berjalannya takdir Allah. Namun walaupun kesemuanya kembali kepada Allah, bukan semata-mata sebab penularan, manusia tetap diwajibkan untuk ikhtiar dan berusaha agar terhindar dari segala musibah. Dalam kesempatan yang lain Rasulullah bersabda:

“Janganlah onta yang sakit didatangkan pada onta yang sehat”.

Dalam hadits yang lain disebutkan:

“Larilah dari orang yang sakit lepra, seperti kamu lari dari singa.”

Maksud hadits laa thiyaarota atau tidak diperbolehkan meramalkan adanya hal-hal buruk adalah bahwa sandaran tawakkal manusia itu hanya kepada Allah, bukan terhadap makhluk atau ramalan. Karena hanyalah Allah yang menentukan baik dan buruk, selamat atau sial, kaya atau miskin.

Pada masa peradaban Jahiliyyah, mereka menggantungkan nasib baik dan nasib buruk pada kepakan sayap seekor burung. Jika mereka akan bepergian atau aktivitas yang lain, mereka melapaskan seekor burung. Apabila burung terbang ke arah kanan atau belok ke arah kanan, maka pertanda nasib baik dan mereka akan meneruskan perjalanannya. Begitu sebaliknya, jika burung yang dilepaskan terbang ke arah kiri atau belok kiri, maka pertanda nasib buruk dan mereka akan mengurungkan perjalanannya, karena mereka meyakini bahwa hal itu pertanda buruk.

Dalam hadits riwayat Imam Thobroni, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan mendapat derajat tinggi orang pergi ke dukun, orang bersumpah untuk kepentingan pribadi, atau orang yang kembali atau tidak jadi bepergian karena ramalan.”

Maksud hadits walaa hammata adalah tidak baik dalam berprasangka buruk akan datangnya bencana atau musibah. Ketika itu orang Arab mempercayai, “Jika di malam hari ada burung hantu terbang di atas rumahnya, maka itu menandakan akan ada yang meninggal dunia.”

Mereka juga mempercayai, jika ada pembunuhan yang belum terbalaskan, kemudian malam harinya ada burung hantu yang terbang di atas rumahnya, itu menandakan ruh dari orang yang dibunuh belum bisa tenang, masih melayang-layang menuntut pembalasan. Pemahaman dan kepercayaan semacam ini amat sangat keliru, sehingga Rasulullah meluruskan dengan hadits diatas.

Walaa Shafara atau tidak ada keburukan dalam bulan Shafar. Hadits tersebut untuk mematahkan keyakinan yang keliru di kalangan jahiliyah. Mereka menganggap bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang kurang baik, yang banyak musibah dan bencana, sehingga mereka menilai dan berprasangka buruk terhadap bulan Shafar.

Menurut Islam, semua bulan dan hari itu baik, masing-masing mempunyai sejarah, keistimewaandan peristiwa sendiri-sendiri. Jika bulan tertentu mempunyai sisi nilai keutamaan yang lebih, bukan berarti bualn yang lain merupakan bulan yang buruk. Misalnya, dalam bulan Romadlon ada peristiwa Nuzul al Qur’an dan Lailat al Qodar, dalam bulan Rojab ada Isro’ dan Mi’roj dan dalam bulan Robi’ul Awwal ada peristiwa Maulid atau kelahiran Rasulullah SAW dan lain-lain.

Jikalau ada kejadian tragis atau peristiwa yang memilukan dalam sebuah bulan, itu bukan berarti bulan tersebut merupakan bulan musibah atau bulan yang penuh kesialan. Namun kita harus pandai-pandai mencari hikmah di balik peristiwa itu, dan amaliah apa yang harus dilakukan sehingga terhindar dan selamat dari berbagai musibah.
Imam Ibn Hajar ash Shafii tentang hari Nahas

Al Imam Ibn Hajar al Haitami pernah ditanya tentang bagaimana status adanya hari nahas yang oleh sebagian orang dipercaya, sehingga mereka berpaling dari hari itu atau menghindarkan suatu pekerjaannya karena dianggap hari itu penuh kesialan.

Beliau menjawab bahwa jika ada orang mempercayai adanya hari nahas (sial) dengan tujuan mengharuskan untuk berpaling darinya atau menghindarkan suatu pekerjaan pada hari tersebut dan menganggapnya terdapat kesialan, maka sesungguhnya yang demikian ini termasuk tradisi kaum Yahudi dan bukan sunnah kaum muslimin yang selalu tawakkal kepada Allah dan tidak berprasangka buruk terhadap Allah.

Sedangkan jika ada riwayat yang menyebutkan tentang hari yang harus dihindari karena mengandung kesialan, maka riwayat tersebut adalah bathil, tidak benar, mengandung kebohongan dan tidak mempunyai sandaran dalil yang jelans, untuk itu jauhilah riwayat seperti ini. (Fatawa Al Haditsiyah)

Kita semua yakin bahwa terjadinya musibah atau gejala alam yang menimpa manusia, bukan karena adanya hari nahas atau karena adanya binatang tertentu atau karena adanya kematian seseorang. Yang kita yakini adalah semua yang terjadi di alam ini adalah dengan takdir dan kehendak Allah.

Hari-hari, bulan, matahari, bintang dan makhluk lainnya tidak bisa memberikan manfaat atau madlarat (bahaya), tetapi yang memberi manfaat dan madlarat adalah Allah semata. Maka meyakini ada hari nahas atau hari sial yang menyebabkan seorang muslim menjadi pesimis, tentunya itu bukan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

Semua hari adalah baik, dan masing-masing ada keutamaan tersendiri. Hari dimana kita menjaganya dan mengisinya dengan kebaikan dan ketaatan, itulah hari yang sangat menggembirakan dan hari raya buat kita. Seperti dikatakan oleh ulama Salaf, hari rayaku adalah setiap hari dimana aku tidak bermaksiat kepada Allah pada hari itu, dan tidak tertentu pada suatu hari saja.

Source : www.madinatulilmi.com

Hukum Seputar Azimat, Penglaris dan Sejenisya


Dalam usaha perdagangan, biasanya ada yang mencari pelarisan (misal dari seorang
kyai), ada yang berbentuk doa, berbentuk minyak, garam,, air, dll…bagaimana ya Bib
hukum nya…

A : jika benda / air yg didoakan, maka boleh, Rasul saw melakukannya, dan seluruh madzhab membolehkannya, yg dilarang adalah memperbudak jin atau mempertuannya, jika dibantu oleh jin maka boleh selama tak memperbudak dan mempertuannya.

Q: Jika kita sowan kyai, minta doa dan keberkahan dari beliau, bagaimana hukumnya?

A: minta doa pada orang shalih diperbolehkan dan sunnah, demikian teriwayatkan pada riwayat shahih

Q: Bib, seseorang dikatakan dukun, sehingga kita dilarang bertanya kepadanya…itu ciri-ciri
nya bagaimana?
karena ada juga orang islam yang mengamalkan syariat, bisa menjelaskan hal-hal yang
gaib…

A: beda antara dukun dan shalihin, dukun adalah yg memperbudak jin atau mempertuan jin, ia mestilah dirumahnya dan wajahnya kelam menakutkan, tidak sejuk dan dama sebagaimana orang yg shalih dan banyak bersujud.
bertanya pada orang shalih boleh, karena Rasul saw bersabda : hati hatilah pada firasat orang beriman, sungguh mereka melihat dg cahaya Allah.

Q: Gimana ya bib, membedakan hal syirik dengan enggak,?

A: menyembah selain Allah hukumnya syirik, namun memperbudak jin adalah dosa besar dan bukan syirik, mempertuannya pun bisa terjeblos dalam kemusyrikan jika memuliakannya lebih dari Allah swt.

Sumber : www.majelisrasulullah.org

Hukum Rebonding Menurut Al Habib Munzir Al Musawwa


Akhir2 ini bnyk kabar mengenai Fatwa MUI tentang di haramkannya rebonding.Klau boleh tahu menurut habib bgmn?

meluruskan rambut tidak dilarang dalam syariah, atau membuat rambut kriting, demikian dalam syariah, namun ada pelarangan mengikuti adat istiadat non muslim, jika tak berniat ikut ikutan adat istiadat non muslim maka tidak ada larangannya

mengenai mewarnai rambut maka yg dibolehkan adalah yg merubah warna pigmen rambut, jika mencatnya, maka hal itu menghalangi sampainya air wudhu dan mandi besar, maka tidak sah wudhu dan mandi besarnya.
Source : www.majelisrasulullah.org

Anwar Ibrahim Ziarah ke Makam Gus Dur



Kamis, 28 Januari 2010
Jombang,
Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berziarah ke makam Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Anwar datang bersama sejumlah tokoh, antara lain Dato’ Ravi dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia. Tanpa pengawalan petugas keamanan, Anwar Ibrahim berziarah dan berdoa di makam Gus Dur, di area Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (28/1/2010).

Sembari berdiri, Anwar Ibrahim tampak khusyuk berdoa di makam mantan Ketua Umum PBNU itu. Sesekali Anwar Ibrahim yang kini menjadi tokoh oposisi Malaysia itu terlihat menghela nafas.

Usai berdoa, Anwar Ibrahim dan Dato' Ravi berkunjung ke kediaman pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), yang juga adik Gus Dur. Pertemuan antara keduanya berlangsung tertutup.

Menurut Anwar, Gus Dur merupakan tokoh yang menyejukkan dan mendamaikan umat beragama. Anwar Ibrahim menyatakan, gagasan dan ajaran Gus Dur sangat sesuai untuk diterapkan di Malaysia, yang sedang terjadi pertentangan antara kelompok Islam dan non-Islam.

"Kita datang berziarah karena akan melanjutkan risalah perjuangan Gus Dur tentang Islam kultural dan Islam sederhana. Selain untuk memupuk demokrasi dan toleransi. Jadi kita harus terapkan karena pengaruh Gus Dur sangat kuat di Malaysia," kata Anwar Ibrahim dengan dialek Melayu yang khas.

Hubungan antara Anwar dengan Gus Dur cukup dekat. Pada 17 Maret 2008, Gus Dur berkunjung ke kediaman Anwar Ibrahim di Bukit Segambut, Malaysia. Sedang Anwar Ibrahim juga pernah berkunjung ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, 26 November 2009.
Source : NU Online

Kamis, 28 Januari 2010

Balasan Surat Ke-3 Habibana


Sat, 2009/11/21 12:23
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Rasul saw mengajarkan keduanya, namun masing masing guru mempunyai klasifikasi keahliannya untuk diajarkan, guru fiqih akan memilih mengajar fiqih, guru hadits, guru tasawwuf, guru nahwu, guru tafsir, dll, mereka masing masing dalam bidang keahliannya dan tak bisa kita menuduh dan menyalahkan mereka, karena masing masing mengajar menurut kemampuan dan bidangnya.

namun, tentunya ilmu tasawwuf beda dengan ilmu syariah, tasawwuf adalah ilmu hati, dan syariah adalah ilmu jasad.

keduanya mesti ada pada setiap muslim, sebagaimana muslim tak bisa diakui ia seorang muslim jika sudah baligh namun tak mengenal kalimat syahadat, dan ini terkait pada syariah.

namun pula, walau ia mengenal kalimat syahadat dan mengucapkannya, maka di dunia ia sudah diakui sebagai muslim, namun tentunya ia mesti mengakui sesuatu yg tak dilihatnya, tidaklah ia berjumpa dan melihat Allah, tidak pula ia melihat Nabi saw, maka kesaksiannya butuh iman, dan iman adalah bagian dari tasawwuf.

2. diajarkan secara terpisah boleh saja, namun memisahkan keduanya atau meremehkan salah satunya, berarti menghancurkan agamanya, karena keduanya saling terikat dalam setiap keislaman seseorang.

3. Taqlid adalah asas iman dan keislaman kita, para sahabat bertaqlid pada nabi saw, dan para Tabiin bertaqlid pada sahabat, demikian seterusnya hingga kini, kita tak bisa mempelajari suatu buku tanpa bertaqlid (mencontoh) pada guru kita,

kita boleh bertaqlid pd guru yg kita anggap benar benar shalih dan alim dalam syariah dan mengamalkannya, dan lebih baik lagi guru yg demikian itu mempunyai sanad guru pula kepada para imam dan sanad guru kepada Rasulullah saw,

namun sebaiknya diiringi bimbingan buku, demikian pula membaca buku sebaiknya diiringi dg taqlid melihat guru, karena tidak ada manusia yg sempurna, guru bisa saja salah, dan membaca buku saja bisa saja salah makna, maka yg sempurna adalah bertaqlid dan mengacu pula pd buku, dan bertanya akan hal hal yg ia tak fahami pd perbuatan gurunya, dan bertanya pada gurunya hal hal yg ia tak fahami pada buku yg dibacanya.

4. saya Ijazahkan pada anda dan teman teman Thariqah alawiyyah, intisari thariqah alawiyyah adalah mendekat pada Allah swt dengan menyucikan batin dari segala kehinaan, dan mengamalkan sunnah Nabi saw. yaitu paduan antara Syariah dan Haqiqah yg kesemuanya telah dikemas dalam firman Allah swt, diperjelas pada hadits hadits Nabi saw, dan diperjelas lagi oleh para Imam kita.

5. Thariqah adalah jalan menuju keridhoan Allah swt dan menuju Khusyu, boleh mengikuti banyak thariqah selama tidak bertentangan dg tuntunan sang Nabi saw.

6. Puasa untuk hajat diperbolehkan dalam syariah, dan ia diqiyaskan sebagai doa dan ibadah untuk mencapai hajat kita, boleh berhari hari, bahkan puasa Dahr (berkesinambungan tanpa batal kecuali hari hari yg diharamkan puasa padanya) adalah hal yg dibolehkan dan ada para ulama yg mengamalkannya.

namun puasa mutih, saya belum menemukan dalil yg kuat untuknya, namun ia bisa dikiaskan untuk mengurangi syahwat dan hawa nafsu kepada segala hal, yg bisa lebih mudah tercapai dg mutih, maka puasa mutih tidak ada dalilnya, namun tujuannya baik, maka hal ini mubah dan tidak haram.

mereka berlandaskan bahwa Rasul saw melakukan puasa dg hanya berbuka kurma dan air dan sahur dg nya pula, maka dalilnya jelas mempunyai sandaran yg shahih, namun tidak secara jelas diperintahkan atau diajarkan Rasul saw untuk berbuat puasa hanya dg demikian itu.

mengenai patigeni, kanuragan dll, hal itu tak diajarkan oleh Rasul saw, kita diajarkan Jihad dan bahkan mati untuk membela Allah swt, bukan kebal dan justru tak mendapatkan mati syahid.

maka perbuatan itu kembali pada niatnya, jika niatnya baik maka Insya Allah Allah akan menerimanya, walau hal itu merupakan hal yg mubah, namun jika padanya persekutuan dg jin, atau menjadikan jin sebagai tuan atau memperbudak jin untuk kekebalan, sungguh hal itu dilarang dalam syariah.

bersahabat dg Jin, dibantu dan membantu sesama makhluk termasuk dg Jin adalah hal yg baik, bahkan menikah dg Jin pun tak satupun Madzhab yg mengharamkannya, walau sebagian memakruhkannya.

namun bukan memperbudaknya, dan bukan mempertuannya, nah.. kita ragu apakah tenaga dalam itu dari kelompok yg mana?, karena masing masing guru tenaga dalam ada yg memperbudak jin, ada yg mempertuan jin, ada yg dibantu oleh jin.

jika dibantu oleh jin maka boleh, namun bukan sunnah, jika memperbudak atau mempertuannya maka syariah tak membenarkannya.

puasa 11 hari atau berapa haripun, jika diniatkan untuk hajat, diperbolehkan dalam syariah, selama niatnya mulia dan tidak bertentangan dg syariah.

HAIDH
1. Musholla boleh dimasuki wanita haid dan pria/wanita junub, selama bukan masjid.

jika masjid maka sebagian masjid yg pewakafnya mengerti syariah, mereka tidak mewakafkan masjid saja, tapi ada gedung madrasahnya, maka kaum wanita haidh boleh masuk dan belajar/hadir majelis taklim di tempat tsb, bukan di dalam masjidnya, sebagaimana masjid masjid tua, umumnya ada tempat tsb, yg juga dipakai dekatnya untuk toilet, sampah, dll, karena tak dibolehkan toilet di wilayah wakaf Masjid, maka umumnya pewakaf masjid telah mewakafkan pula bidang tanah untuk hal hal tsb.

juga masjid masjid baru, sebagian dilengkapi hal itu, seperti Masjid Attin, ia mempunyai ruang basement dilantai bawah tanah utk wanita haidh, maka hukum lantai yg dibawah masjid tidak dihukumi masjid, namun lantai atas masjid akan termasuk masjid.

2. hanya masjid yg tdk boleh masuk padanya wanita haidh atau pria/wanita junub/hadats besar.

3. terdapat banyak riwayat shahih akan hal itu, dan dalam madzhab syafii dibolehkan hanya melintas saja tanpa diam dan duduk di masjid, jika tak dirisaukan tercecernya darah haidh.

--

RINDU

salam takdhim dan rindu tuk anda dan jamaah, jadwal saya di bulan desember banyak kosong pada malam rabu dan malam kamis, jika kunjungan MR maka ada padanya ketentuan pendanaannya, karena sudah termasuk hadroh, jamaah, proyektor, sound system, karpet plastik, dan vcd dokumentasi, dll.

namun jika hanya mengundang saya pribadi, maka saya bisa hadir ke Musholla anda tanpa ada pendanaan, dan saya tidak menerima biaya/upah untuk kunjungan pribadi ke musholla atau majelis yg mengundang pribadi saya.

saran saya, jika anda sepakat untuk hal itu, apakah mengundang MR, atau hanya pribadi saya, maka sampaikan segera ke bagian penjadwalan kita ust Syukron, sekedar info, malam jumat ini kita bukan acara dikediaman saya, tapi di masjid wilayah slipi, saya lupa mengumumkannya malam jumat lalu, namun alamat jelas akan ditampilkan di tex berjalan, di web ini insya Allah.

semoga hari hari anda sukses selalu dalam keluhuran, amiin..

beribu maaf kalau email saya tsb telah tidak aktif.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

salam rindu

Surat Ke-3 untuk Habibana

Assalamu’alaikum wr. Wb.
Munajat syukur kehadirat Allah swt atas nikmat tak terhingga yang diberikan kepada hamba-hambaNya
Sholawat, salam,cinta dan kasih teruntuk manusia paling utama dan sempurna baginda Rasul Muhammad Saw
Apa Kabar ya Habibana? Semoga Allah Swt melimpahkan kesehatan kepada habibana dan keluarga sehingga tetap dapat menyirami jiwa kami yang kering kerontang dengann ilmu dan akhlaq yang mulia.
Ya Habibana....sudah lama sekali kami tak berkomunikasi dengan habibana, sebuah anugerah besar tentunya Allah Swt menakdirkan kami dapat berkomunikasi kembali dengan Habibana....
Habibana.....kami dari MR kreo ingin bertanya dan curhat setelah lama memendam berbagai pertanyaan yang menggelisahkan dalam jiwa ini.....
Tentang Thariqah
Bib akhir-akhir ini kami dan jamaah gelisah dan bingung dengan “Thariqah” tapi Alhamdulillah kegelisahan itu hilang setelah kami membaca jawaban-jawaban Habibana tentang Thariqah di forum web MR. Namun izinkan kami bertanya....
1. Apakah benar jika tasawuf itu memisahkan syariat dan thariqah? Apakah Rasulullah saw memisahkan keduanya?
2. Kami sering melihat kedua hal itu dipisahkan dan diajarkan padahal kami takut sekali karena masyarakat dan jamaah kami sesungguhnya masih banyak yang buta syariat, awam dan sangat awam. Bagaimana kami menyikapinya ?
3. Benarkah taqlid seorang murid dalam berbagai hal termasuk Thariqah ditanggung oleh gurunya. Dan apa yang seharusnya kita lakukan dalam menyikapi masalah agama, taqlidkah? Ittiba’kah? atau bagimana....
4. Bib...Ijazahkan kepada kami Thariqah Alawiyyin, karena kami merasa sangat cocok dengan Thariqah ini dan kami mohon dijelaskan amalan dan inti Thariqah Alawiyyin. Alhamdulillah kami telah mengamalkan Khulasoh Madad Nabawiy...
5. Bolehkan seseorang mengamalkan wirid/amalan dari berbagai Thariqah? Atau mengikuti lebih dari satu Thariqah?
Tentang Puasa
Habibana....kami sering mendapat pertanyaan bagimana hukum puasa khusus dengan berbagai tujuan?
Misalnya melakukan puasa hajat berturut-turut selama beberapa hari agar hajatnya tercapai, puasa mutih, patigeni untuk kanuragan, tenaga dalam dll.
Setelah kami pelajari dibeberapa kitab, kami belum menemukan rujukan dalilnya, mohon kiranya habibana memberikan penjelasan sedetail-detailnya.....
Sebuah catatan diantara kami pernah mendapat Ijazah Manaqib dan disuruh puasa berturut-turut 11 hari, dan kami belum melakukannya karena kami belum menemukan rujukan dalilnya. Dan seringkali ketika kami bertanya tentang hal itu, namun jawabannya tidak memuaskan dari kacamata syariat.
Tentang Haid
Habibana, kami kebetulan memiliki beberapa santriwati TPA/MADIN yang sudah baligh(Haidh) yang setiap hari melakukan kegiatan pengajiannya di Musola. Sebuah catatan Mushola kami berlantai 2, lantai dasar digunakan untuk kegiatan pengajian santri TKA/TPA/MADIN dan lantai atas untuk sholat
Pertanyaannya.....
1. Bolehkah santriwati yang halangan (sedang Haidh) mengikuti pengajian, mengingat kalau mereka diliburkan hampir bisa dipastikan mereka malah bermain dan beraktifitas yang nggak jelas dan juga malah mengganggu santri-santri yang belajar karena mereka asik bebas tidak ngaji.
2. Apakah sama QIASnya antara Masjid, Mushola, Surau dan Kamar Khusus Sholat dalam perihal kaitannya dengan hukum larangan memasukinya bagi wanita yang berhadats besar
3. Apa yang menjadi dasar hukum larangan memasukinya, Apakah karena takut menetes/mengotori darahnya atau karena penghormatan kepada tempat ibadah tersebut. Dengan pertimbangan sekarang telah ada pembalut untuk mencegah menetesnya darah tersebut.
Keinginan bertemu
Habibana.....Alhamdulillah Jama’ah MR kreo dan sekitar kian hari kian bertambah berkah doa Habibana, kami sangat bergembira sekali.
Bib temen-temen pengen sowan (berkunjung) bertemu langsung dengan Habibana. Mereka pada iri he...he... karena dulu yang dapat kesempatan hanya saya......mereka minta kepada saya untuk bilang ke habibana kalau mereka sangat cinta dan merindukan selalu Habibana.....
Sungguh sebuah anugerah kalau diberi kesempatan lagi....he...he...
kadang kala kami kasian kepada temen-temen kami yang baru bergabung mereka kesulitan untuk mencium tangan Habibana yang dirindukannya bahkan dibawanya dalam mimpi tidurnya.
Sebenarnya kami ingin sekali Habibana dapat datang di Musholla kami, tapi Jadwal Habibana begitu padat di bulan-bulan ini, Mudah-mudahan mimpi kami dapat terwujud.
Habibana.....kami senang sekali semenjak temen-temen kami aktif di MR mereka begitu rajin beribadah dan terus membaguskan akhlaq mereka.
Dan seolah Musholla kami terus tersenyum dan tersenyum gembira melihat semangat ibadah mereka. Doakan semoga kami tetap berIstiqomah.
Kami sangat bersyukur dipertemukan dengan guru yang begitu mulia yang penuh kelembutan. Belum kami temui seorang guru yang tutur katanya begitu dahsyat menyejukkan orang yang mencintai maupun yang membenci. SUBHANALLAH anugerah bagi kami dan Jamaah kami.
Sepertinya kata-kata tak akan cukup untuk mengungkapkan lautan kedalaman ilmu dan budi pekerti Habibana bagi kami.....

Habibana....Alhamdulilah berkah doa habibana ananda telah menyelesaikan S1, dan kini telah mengajar di SMA sambil menyebarkan isi web ini kepada warga sekolah.
Doakan juga mudah-mudahan ananda dapat melanjutkan S2 dan terus belajar dari Habibana.....

Mohon maaf jika tulisan kami begitu banyak, karena kami telah memendamnya begitu lama.
Semoga Habibana dapat memberikan kesejukan dalam jiwa kami, memberi petunjuk dari setiap langkah kami.....bimbinglah kami terus wahai Habibana...
Semoga kecintaan dan kerinduaan kami kepada Habibana mengantarkan kecintaan dan kerinduan kami kepada Allah Swt dan RasulNya. Aaamiin.....
Wassalamu’alaikum wr. Wb.



Salam Ta’dzhim dan Tawaddlu’
Alfaqir wa dhoif ilallah



Muhammad Nafi’ul Ilmi
Khadim Majelis Al-Ihsaniyah / MR Kreo
NB : Maaf Habibana ini pertanyaan 6 bulan yang lalu yang telah kami coba lewat email habibana tetapi failure notice. dan baru sempat mendapat quota di web ini
Mohon Maaf Habibana, ananda sekarang hanya mengikuti majelis malam Juma’t saja karena kendala kesehatan fisik ananda. Tapi Alhamdulillah teman-teman masih tetap majelis malam selasa, sehingga sanad ilmu kami tidak terputus.

Balasan Surat Ke-2 Habibana


Fri, July 11, 2008 1:54:54 AM

alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda

saudaraku yg kumuliakan,
salam rindu tuk antum semua, tangan penuh dosa ini selalu tak henti hentinya bermunajat untuk antum semua agar selalu dalam lindungan Allah swt dan Rahmat Nya swt,

akan datang waktunya dalam waktu dekat Jamaah akan ramai dari wilayah kita TMII untuk mengibarkan panji panji Rasulullah saw dan menarik perhatian khalayak untuk ikut mengaji,

Insya Allah akan kita buat majelis berkala berpindah pindah di wilayah kita, mungkin perdua bulan atau tentunya akan kami fikirkan kembali, namun saya sependapat dengan antum,

Duh saudaraku, kediaman saya disini, di kebayoran, di Tebet adalah Markas pusat kita, namun disana sulit jumpa karena banyak sekali tamu dengan segala permasalahannya, dan saya jarang menjumpai tamu disana, karena waktu saya sempit sekali dengan permasalahan lainnya,

Kita jumpa kamis sore minggu depan Insya Allah, ba’da asar Insya Allah kita jumpa, saya sudah menganggap antum dan jamaah adalah tetangga saya, karena Jamaah MR yg terdekat pada saya adalah antum semua, jika ada apa tentunya saya dapat menghubungi antum dan jamaah, bukanlah jamaah yg jauh di Pancoran dll, antum lebih dekat pada saya dari mereka,

Kita makmurkan wilayah kita Insya Allah, wilayah kreo sudah saya anggap tetangga sendiri, dan kita selamat datang para saudaraku yg terdekat

Mengenai no hp, saya ini selalu di terror oleh banyak fihak, sekali nomer hp saya diketahui beberapa orang maka langsung masuk terror dan caci maki, saya tidak perduli dg itu namun tentunya sangat mengganggu,

Saya tidak keberatan memberikan no hp saya jika antum bisa bertanggungjawab dan menjaga amanah untuk tidak memberitahukannya pada siapapun, sementara ini no hp saya hanya diketahui beberapa orang saja, namun jika antum ragu maka baiknya saya beri nomer contact person saya maka antum tidak susah susah terbebani dengan beban yg berat

Muhammad Ainiy : 08170760030

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Surat Ke-2 untuk Habibana


السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
Hamparan puji syukur kehadirat Allah Robbul Izzati, untuk kedua kalinya memberikan kenikmatan yang begitu besar dapat bersillaturahim dengan guru kami al-Habib Munzir Ibn Fuad al Musawwa meski dalam dunia cyber net ini.
Salam, cinta dan kasih terus terlimpah kepada makhluk paling mulia dan suci baginda Rosul Muhammad Saw, keluarganya, sahabatnya dan seluruh umat yang senantiasa mengikuti sunnahnya tuk berharap syafaat al‘udzmanya

Ya Habibana.....
Semoga limpahan karunia dan cahaya Allah swt terus terhampar luas dalam diri habibana tuk menerangi hati kami yang gelap gulita
Ya Habibana.....
Izinkan kami tuk memohon, bertanya, dan berbagi.........

1. Bib, kami merasakan begitu kuat ikatan hati dengan Habibana dan Guru mulia kita, seringkali kami mengikuti pengajian dan ceramah para Habaib dimana-mana, tapi mengapa hanya dengan tausiyah Habibana kami merasakan getaran yang begitu dahsyat menyentuh jiwa kami, kami merasakan kecocokan, kelembutan, bahkan kegembiraan ketika berada dalam majelis Habibana. Kami selalu merindukan Habibana dan Guru Mulia kita. Salahkah kami ya Habibana? Apa yang terjadi pada kami?
2. Bib, doakan kami semoga tetap Ikhlas dan Istiqomah dalam mengikuti pengajian mingguan meski sekarang tempatnya lebih jauh(TMII) dari sebelumya(Pancoran) bagi kami yang berada di KREO
3. Bib, setiap kami pulang dari majelis pengajian di pancoran atau di TMII kami begitu bersemangat dan merasakan kegembiraan yang begitu hebat melihat begitu banyaknya pemuda-pemudi yang mengikuti majelis pengajian, akan tetapi ketika kami telah melewati daerah pancoran ke arah barat, kami merasakan kesedihan yang mendalam dimana rombongan majelis tinggalah kami yang hanya 2 atau 3 motor saja. Bahkan tak ada lagi kami temukan rombongan majelis yang melintas bersama kami. Pemandangan itu terus berlanjut hingga kami sampai di KREO.
4. Bib, doakan kami....! semoga kami dapat menggalang rombongan majelis terutama dari daerah Kebayoran, Cipulir, Petukangan, Kreo, Cipadu, Larangan, Ciledug dan sekitarnya. Kami merindukan sepanjang jalan menuju pancoran/TMII dipenuhi oleh para pemuda yang terus menegakkan panji-panji dakwah Rosulullah Saw bersama Majelis Rasulullah Saw dan Habibana.
5. Bib, bolehkah kami usul suatu saat nanti habibana dapat bergantian memusatkan kegiatan majelis mingguannya di daerah sekitar kami, tentunya selain di kebayoran lama yang masih berlangsung setiap kamis itu. Agar nantinya pemuda-pemudi disekitar daerah kami semakin mengenal idolanya baginda Rosulullah Saw. Seringkali kami mengajak kepada saudara-saudari kami yang menjadi alasan mereka adalah jarak tempuhnya yang lumayan jauh.
6. Bib, alamat kediaman Habibana di Tebet atau di Kebayoran? Kami atas nama Mejelis Rasulullah Saw cabang Kreo berniat dan berazzam untuk Sowan (berkunjung) kepada Habibana.....kami hendak memohon petuah dan nasehat Habibana dalam upaya menggalang rombongan Majelis Rosulullah Saw di daerah yang telah kami sebutkan tadi.....(tentunya jika habibana berkenan dan sedang memiliki waktu luang)
7. Bib, Majelis kami pada tanggal 16 Juli 2008 (Rabu malam Kamis) akan mengadakan Milad dan Tasyakuran Majelis* yang InsyaAllah acara akan dimulai Ba’da Isya sampai pukul 21.30 WIB. Bolehkah kiranya kami atas nama majelis memohon kepada Habibana untuk berdoa bagi Majelis Online Via Phone, untuk itu kami mohon kepada Habibana bersedia memberikan kepada kami nomor yang dapat dihubungi (Handphone). Namun jika habibana tidak berkenan kami juga akan hurmat da ta’dzim mengingat Habibana begitu padat jadwalnya.....maafkan kami Bib jika kami terkesan lancang dan kurang sopan
Demikian Habibana permohonan dari kami, atas nama Majelis AL-IHSANIYAH kami mengucapkan Jazakumullah Ahsanal Jaza. Semoga dilain kesempatan Allah swt memberi kenikmatan besar lebih dari ini kepada kami.
Semoga Allah Swt tetap menjadikan Habibana sebagai pelita bagi gelapnya hati kami, sebagai penyejuk bagi kerontangnya hati kami, sebagai pembangkit semangat dakwah dalam hati kami.
Salam rindu dan ta’dzhim dari Majelis untuk Habibana dan Guru Mulia kita Habibana Umar bin Hafidz

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Kreo, Malam Kamis 09 Juli 2008
Atas nama Majelis AL-IHSANIYAH
Alfaqir wa dhoif Ilallah


M. Nafi’ul Ilmi Alfaroby
Khadimul Majelis

* Acara akan di isi dengan pembacaan Istighosah, Ratib alHaddad, Maulid Dhiyaullami’, pemberian Ijazah kepada majelis dan tentunya Doa Habibana online Via Phone. Insya Allah

Balasan Surat Petama Habibana

Wed, June 25, 2008 6:27:14 PM
alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda

saudaraku yg kumuliakan,
saya belum berani mengatakan diri saya guru, namun kita bersahabat dan bersaudara, kita saling mengisi satu sama lain, saya Ijazahkan pada anda untuk mengamalkan dan mengijazahkan Madad Nabawiy dan seluruh dzikir yg terkandung padanya, dan Maulid Dhiya'ullami, dan saya ijazahkan dengan ijazah sempurna dan untuk mengijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita AL Hafidh Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin

semoga Allah menjadikan majelis anda Benteng Rasulullah saw dan mercusuar hidayah bagi wilayah sekitar, mengenai mimpi tsb, jelas sudah Inayah dan perhatian Guru Mulia dan para shalihin sangat kuat pada anda dan jamaah, dan Ratib Haddad akan membuka banyak kemudahan dan akan menjadi jalan untuk meninti perjumpaan dengan Rasul saw Yaqdhah wal manaam.

saya beberapa kali berjumpa dengan Hujjatul Islam wabarakatul anam AL Imam Haddad, beliau tinggi, bertubuh tegap, pandangan matanya tajam dan dipenuhi daya penunduk, wibawa namun sangat ramah, saya pernah hadir haul Imam Haddad di Kualalumpur, dan saya lihat beliau berdoa mendoakan penduduk Kualalumpur : "Wahai Allah hapuskan dosa penduduk kota ini, mereka yg tua dan muda, besar dan kecil, yg taat dan yg pendosa" (dg bahasa arab tentunya),

Imam Haddad adalah Qutbul Auliya dan beliau sangat ramah, lebih lebih pada kita kita ini yg awam

Ratib Haddad memang merupakan ratib yang paling masyhur, dan ia lebih masyhur dari ratib buatan gurunya yaitu Ratib alattas,

semoga Allah swt melimpahkan keluasan dan pengabulan atas segala hajat anda, dan membukakan jalan kemudahan pada hari hari anda, khususnya skripsi anda dan saudara anda,

untuk menjadi cabang, maka kami gembira sekali, selamat datang dan ahlan wasahlan para pembela Rasulullah saw cabang kreo Tangerang,

salam takdhim dan rindu tuk para saudara saudara disana,


Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Surat Pertama untuk Habibana

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ya Habibana Munzir Ibn Fuad al-Musawwa yang di Muliakan Allah swt !
Munajat syukur kami panjatkan kepada Allah swt atas nikmat yang diberikan kepada kami yaitu dapat berkomunikasi dengan habibana yang kami muliakan walaupun melalui email ini
Sholawat dan salam tak henti-hentinya kami gemakan kehadirat baginda rosul Muhammad saw, kekasih yang senantiasa dirindukan sepanjang zaman
Selanjutnya izinkan kami atas nama Khadimul majlis ta’lim, dzikir, sholawat, Istighosah, Hizb dan manaqib “AL-IHSANIYAH” memohon dan bertanya kepada ya habibana yang kami muliakan....
1. Bib kami mohon habib berkenan menjadikan kami sebagai murid yang senantiasa mengikuti petunjuk dan pelajaran yang habib berikan melalui ceramah-ceramah ataupun melalui artikel di internet
2. Bib kami mohon di berikan Ijazah lil khoss atas seluruh wirid yang ada di kitab “khulasoh al-madad an-nabawiy” yang disusun dan dikumpulkan maha guru kita Allamah Habibana Umar bin Muhmmad bin Salim bin Hafidz Ibn Abi Bakar Salim
3. Bib kami mohon di berikan Ijazah lil khoss atas seluruh isi maulid “dhliyaul lami’ “ buah karya maha guru kita Allamah Habibana Umar bin Muhmmad bin Salim bin Hafidz Ibn Abi Bakar Salim
4. Dan bolehkah kami mengijazahkannya untuk jamaah kami dan keluarga kami ?
5. Bib, Alhamdulillah kami telah mengamalkan wirid ratib al-haddad semenjak duduk dibangku SMP setelah mendapat Ijazah dari guru kami al-Habib Qodir bin Zein Al-Jufri Bojonegoro dan itu terus kami amalkan ketika kami tinggal disini dengan membentuk jamaah dan majlis dzikir ta’lim, dzikir, sholawat, Istighosah, Hizb dan manaqib “AL-IHSANIYAH” dan Al-Hamdulillah santrinya mencapai hampir 100 anak dan majlis remajanya sekitar 25 orang
6. Bib, ketika kami sakit panas, dan dalam keadaan yang ditimpa berbagai problem kami pernah bermimpi bertemu dengan Allamah Habibana Umar bin Muhmmad bin Salim bin Hafidz Ibn Abi Bakar Salim, dalam mimpi itu kami duduk tepat disamping beliau dalam sebuah majlis yang sangat besar sekali yang dihadiri banyak habaib, beliau terus menebar senyuman kepada kami dan sebelum beliau berdiri untuk bertausiyah beliau bertanya kepada kami “apakah kamu masih mengamalkan ratib al-haddad?” lalu kami pun menjawab ”Alhamdulillah Bib, kami tetap beristiqomah mengamalkan ratib al-haddad selama 8 tahun hingga kini” lalu beliau pun tersenyum simpul sambil berdiri memulai tausiyahnya. selesai tausiyah kami mengambil air wudlu dan tiba-tiba kami pun terbangun dan jam menunjukkan pukul 12 malam.
Bib, sebenarnya mimpi itu diawali dari ketika kami sangat merindukan bertemu baginda Rosul saw, setiap kami tidur selalu berdoa untuk itu namun mimpi itu pun tak kunjung datang. Lalu kami sadar, kami belum “pantas” untuk berjumpa dengan baginda Rosul saw. Kami pun beralih berdoa “Ya Allah jika kami belum pantas untuk berjumpa baginda Rosul saw, pertemukanlah kami dengan Shohibur ratib Allamah Habibana Abdullah bin Alawi al-Haddad” namun mimpi itu pun tak kunjung datang dan kami pun sadar, kalau kami belum “pantas” untuk berjumpa dengan Shohibur ratib Allamah Habibana Abdullah bin Alawi al-Haddad”. Namun akhirnya dikemudian hari kami bermimpi bertemu dengan Allamah Habibana Umar bin Muhmmad bin Salim bin Hafidz Ibn Abi Bakar Salim seperti yang kami ceritakan diatas.
Habibana yang kami muliakan...! Apa maksud dari mimpi kami tersebut ???
7. Pernahkan habib berjumpa dengan Shohibur ratib Allamah Habibana Abdullah bin Alawi al-Haddad? Beritahukan kepada kami, ya habibana...! ceritakan keadaan beliau kepada kami....!
8. Bib, kami pernah mendengar benarkah ratib al-haddad adalah wirid yang paling banyak diamalkan majelis maupun ndividu diseluruh dunia? Bagaimana kedudukannya dengan ratib al-atthas ?
9. Bib, kami mohon doa restu dan support-nya karena kami sedang menyelesaikan skripsi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mudah-mudahan diberikan kemudahan, kesuksesan dan keberhasilan serta bi Khusnil Khotimah di akhir studi kami di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Begitu juga adik kami yang akan mengikuti tes masuk STAN dan UIN mudah-mudahan diberikan kelulusan dan kesuksesan. Amin
10. Kami bersama para majelis senantiasa dan berusaha mengikuti ceramah habaib dimana-mana termasuk bersama ya Habibana dengan Majelis Rasulullahnya......
Bib bolehkah kami menajdi bagian dari MR dan sebagai cabang majelisnya di Kreo-Larangan-Tangerang yang senantiasa khidmat dan ta’dzhim kepada ya Habibana...?
11. Bib, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin kami sampaikan tapi kami juga sadar habibana juga sangat super sibuk jadwalnya. InsyaAllah kami sambung di kesempatan lain. mudah-mudahan ini menjadi ” tali ikatan” seorang murid kepada gurunya
12. Mohon maaf jika terlalu banyak, mumpung ada kesempatan bisa berkomunikasi dengan Habibana yang kami muliakan......
Kami atas nama Khadimul majlis ta’lim, dzikir, sholawat, Istighosah, Hizb dan manaqib “AL-IHSANIYAH” mengucapkan Jazakumullah ahsanal jaza kepada Habibana. Mudah-mudahan Allah tetap menjadikan habibana sebagai kesejukan bagi kerontangnya keilmuan dan amalan kami
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Kreo, Jum’at 16 Jumadil Awal 1429 H
Salam Ta’dzhim kami
Khadimul Majelis AL-IHSANIYAH
Alfaqir wa dhoif ilallah


M. Nafi’ul Ilmi Alfaroby


Sejuta Pemuda Putihkan Jakarta
Bersama Guru Mulia


Dua perhelatan spektakuler digelar secara marathon oleh Majelis Shalawat dan Dzikir pemuda terbesar di Jakarta yaitu Majelis Rasulullah SAW. Sebuah Majelis yang sangat aktif membina para pemuda untuk selalu mengedepankan kedamaian dan keluhuran dalam setiap aktifitasnya. Dan sudah seringkali membuat acara-acara Dzikir dan Shalawat Akbar bukan hanya di seantero wilayah Jabodetabek bahkan hingga jauh ke pelosok kota luar Jabodetabek.

Perhelatan pertama bertepatan dengan malam pergantian tahun masehi, acara digelar di Pintu Utama Gelora Bung Karno. Acara kali ini sangat istimewa karena di hadiri langsung oleh Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz, tokoh ulama pendidik dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan Dunia. sebagai ulama pembawa kedamaian dan kelembutan, Jamaah yang sebagian besar adalah pemuda terlihat sangat antusias menyambut kehadiran Beliau sebagai tokoh panutan yang selalu dirindu kehadirannya. Acara dimulai dengan pembacaan Syair Maulid Adhiya Ullami karya Al Habib Umar Bin Hafidz, kemudian dilanjutkan dengan pengantar tentang apa dan siapa Al Habib Umar Bin Hafidz yang disampaikan oleh Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Setelah itu barulah acara inti berupa Tausyiah dari Al Habib Umar Bin Hafidz. Dalam tausyiahnya, Habib Umar Bin Hafidz mengajak seluruh jamaah untuk merenungi kembali sebab-sebab apa yang mendatangkan musibah dan bencana yang terjadi di seluruh dunia, yaitu semakin menjauhnya kaum muslimin dari tuntunan dasar yang disarikan dari Al Quran dan Hadist yg selalu mesti didasari kelembutan dan kasih sayang. Jamaah menyimak satu-persatu nasihat Habib Umar Bin Hafidz yang diterjemahkan oleh dua muridnya di Indonesia yaitu Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa dan Habib Jindan Bin Naufal Jindan.

Acara kemudian diakhiri dengan Dzikir bersama yang dipimpin Al Habib Umar bin Hafidz, terasa betul suasana khidmat jamaah menyimak dan mengikuti Dzikir-dzikir itu. Wilayah Gelora bung Karno yang biasanya pada malam pergantian tahun diramaikan oleh pemuda yang berhura-hura dengan terompet dan kembang apinya, malam itu berubah putih karena ratusan ribu pemuda pemudi pemuda berbondong-bondong penuh semangat menghadiri acara yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan tersebut.

Pada beberapa malam berikutnya, tepatnya hari senin malam tanggal 4 januari 2010, kembali sebuah perhelatan akbar digelar, kali ini mengambil tempat di Lapangan Monumen nasional (MONAS), tepat di jantung Kota Jakarta. Kurang Lebih satu juta pemuda pemudi kembali berbondong datang bergelombang dari seluruh penjuru Jabodetabek bahkan banyak pemuda yang sengaja datang dari wilayah-wilayah di Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Selain dihadiri Al Habib Umar Bin Hafidz beserta rombongan, terlihat juga hadir beberapa pejabat pemerintah, seperti Menteri Agama dan beberapa Menteri Kabinet dan Gubernur DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo yang dalam sambutannya mengatakan bahwa Majelis Rasulullah SAW telah menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Jakarta, karena seringkali sukses menggelar acara yang positif untuk membina para pemuda dan menciptakan suasana damai dan religius di wilayah Jakarta.

Acara Inti diisi dengan Tausyiah Al Habib Umar Bin Hafidz yang mengajak seluruh jamaah untuk kembali dalam keluhuran dan menerapkan tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, kemudian di Akhir tausiahnya, Habib Umar Bin Hafidz memimpin Dzikir yang menggetarkan hati semua jamaah. Acara ditutup dengan doa bagi kebaikan seluruh bangsa, mendoakan kemakmuran dan dijauhkan dari segala musibah dan bencana, tangis dan gemuruh hadirin menyambut doa sang Imam mulia.

Di penghujung acara, Habib Munzir Al Musawa selaku Pimpinan Majelis Rasulullah SAW menyampaikan amanat berupa undangan dari Al Habib Umar Bin Hafidz untuk kembali menghadiri Acara Akbar yang Akan di gelar bertepatan dengan hari Lahirnya Rasulullah SAW di bulan Februari yang akan datang tepatnya pada 12 rabiul awal (26 februari 2010).

Dua perhelatan akbar telah usai, namun semangat dan nuansa kemuliaannya akan terus terasa dalam kalbu kurang lebih sejuta pemuda yang menghadirinya. (RE)


SURAT TERINDAH
Assalamu’alaikum wr. Wb.
Hamdalah Wasyukrulilah ‘Ala Ni’amillahi ‘Azza Wajalla
Wasshollatu Wassalamu ‘Alaa Rosulillahi Saw

Gemericiknya air tak terasa telah menidurkan kita dalam kenyenyakan.............
Hembusan angin tak terasa telah membawa diri kita dalam buaian......
Waktu demi waktu telah berlalu begitu saja.........
Masa demi masa telah berlalu dengan sia-sia............

Adakah kebaikan yang ku perbuat??????
Adakah perintah yang sudah kujalankan??????
Adakah diriku berada dalam kebahagiaan????
Adakah diriku termasuk orang yang beruntung atau
sebaliknya orang yang merugi......?????

Qod madzo fillahwi umri....... watanaaha fiihi amri .....
Baana ribhun nassiduuni ......wa anaaqad baana khusrii....
قد مضى فى اللهو عمرى وتناهى فيه أمرى
بان ربح الناس دونى وأنا قد بان خسرى
Ya Robb hambaMu yang penuh dengan kemaksiatan.....
HambaMu yang penuh dengan kenistaan.......
HambaMu yang penuh dengan kemungkaran.......
HambaMu yang penuh dengan kedurhakaan...........
Telah lalai dari kewajiban.......
Telah jauh dari kedekatan denganMu.........
Bersimpuh.....bersujud......menengadah,,,,,mengharap ampunanMu.......
Mengharapkan cinta kasihMu.......
Mengharapkan bimbinganMu..
Tuk mencapai kebahagiaan.....tuk mencapai kedamaian.......tuk mencapai ketenangan
Tuk menggapai cinta yang sejati.................

Lembaran lama yang terkoyak biarlah terbang bersama angin yang berlalu....
Lembaran hitam yang kelam biarlah tenggelam bersama air yang pasang....
Kini tiada yang harus disesali...........
Saatnya membuka lembaran baru dengan petunjuk dan taufiqMu .....
Saatnya keoptimisan memacu langkah..........
Saat harapan akan rahmat dan ampunanMu.......

Ilaahi ‘Abdukal ‘aasii ataaka mughirron biddunubi waqod da’aaka.............

Jadikan sisa umur ini tuk membuktikan cinta hamba padaMu....
Jadikan sisa umur ini tuk membuktikan pangabdian hamba padaMu...........
Jadikan sisa umur ini tuk memberikan segalanya padaMu...............

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberikan umur panjang yang ia gunakan untuk berbuat kebaikan dan sejelek-jelek orang adalah yang diberi umur panjang yang digunakan untuk kemaksiatan” (Al-Hadits)

(naulil dlm tulisan 2006 silam tanpa diedit sedikitpun)

Selasa, 22 Desember 2009


Jakarta Menyambut Guru Mulia


Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman.

Betapa tak tergambarkan kegembiraan ratusan ribu sanubari muslimin di wilayah Indonesia, khususnya Jakarta, ketika mendengar bahwa semakin dekatnya kunjungan berkala tahunan sang Imam, Alhabib Al Allamah Assayyid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, Guru yang selalu membimbing dengan kelembutan, dan mencirikan Kelembutan ajaran Sang Nabi SAW,siang dan malamnya adalah membimbing ratusan santri dari mancanegara, dan di akhir malamnya adalah tegak dengan kesendirian, hanya berduaan dengan Maha Raja Tunggal di Alam, dan mengakhiri malamnya dengan kedua tangan terangkat tinggi bermunajat dan mengemis curahan Rahmat bagi para muridnya dan seluruh muslimin.

Tahun 1994 adalah kunjungan pertama Beliau ke Indonesia, Da'i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk berada dibawah bimbingan Beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Dan terus berkelanjutan hingga saat ini, setiap tahunnya Beliau menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Indonesia sebagai wujud kepedulian Beliau terhadap kelangsungan dakwah Sang Nabi SAW di bumi muslimin terbanyak di dunia ini.

Kedatangan Da'i besar ini bagai Pelangi warna-warni yang muncul dengan indah setelah guyuran hujan di Negara ini, datang untuk menuntaskan kerinduan antara beliau dan para pecintanya.

Tahun 1998 angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya alumni Ma'had Darulmustafa bimbingan beliau yg baru berdiri pada tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia dan kini Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yang berduyun duyun dari pelbagai Negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini.

Beliau mendapat penghargaan dari Presiden Republik Yaman Ali Abdullah Shaleh, yg sangat mengagumi beliau, dengan bimbingan Kelembutan dan kasih sayang, dan memang ribuan WNA berdatangan ke negeri itu untuk mengunjungi Sang Guru, lain dengan beberapa Ma'had di beberapa wilayah Yaman lainnya yg banyak mengajarkan kekerasan dan terorisme, dan adapula santri santri dari WNI yg menuntut ilmu di tempat mereka. Ma'had Darulmustafa kini telah meresmikan bimbingan pelajaran dengan 4 bahasa, yaitu Arab, English, Afrika dan Indonesia, dan santri terbanyak adalah berasal dari Indonesia.

Kunjungan Guru Mulia ini ke Indonesia berlangsung setiap tahunnya, untuk menjenguk murid murid beliau yang telah berjumlah ratusan memenuhi Bumi Nusantara ini, puluhan pesantren telah berdiri, ratusan majelis taklim telah dibuka, media televisi, radio, surat kabar, acapkali menampilkan liputan mengenai aktifitas mereka yg selalu berjuang menegakkan dakwah di wilayahnya masing masing dengan kasih sayang, Rahmat dan kelembutan.

Insya Allah Bumi Jakarta akan disentuh langkah mulia beliau dalam beberapa hari mendatang, pada tanggal 31 Desember 2009 yang bertepatan dengan malam pergantian tahun masehi akan berlangsung Acara Tabligh Akbar bersama Guru Mulia yang diadakan di Pintu Utama Gelora Bung Karno. Pada pagi hari minggu (03 Januari 2010) adalah acara Haul Al Imam Abubakar bin Salim Fakhrul wujud rahimahullah. Dan senin malam (04 Januari 2010) beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, yaitu guru kita, Hb Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Lapangan Monas, hadirin diperkirakan akan mencapai ratusan ribu orang.

Acara-acara besar tersebut sepenuhnya membutuhkan biaya yang tidaklah kecil, Maka kami mengajak Saudara sekalian untuk bergabung dalam Kemuliaan, dengan turut berpartisipasi mensukseskan acara mulia bersama Guru Mulia. Banyak kritik bermunculan setelah munculnya ajakan untuk berinfak dalam acara ini. Sungguh Demi Allah, kemajuan dakwah tidak terhenti dengan tidak ada yang berinfak, Nnamun puluhan ayat dan hadits memerintahkan kita menabung di Bank Allah SWT dengan bunga ribuan persen, maka bersegeralah.

Kita tidak kaget jika mendengar seruan: "peduli gempa, peduli tsunami, peduli kemiskinan, dll.", sungguh peduli pada majelis ratusan ribu muslimin berdoa tidak kalah pentingnya, karena majelis do'a akan meredam gempa, meredam gunung berapi, meredam alam dari musibah, musibah pribadi dan musibah umum.. Maka bergabunglah dalam infak terluhur, yaitu tegaknya syiar dakwah Sayyidina Muhammad SAW dengan mengagungkan nama Allah SWT dan meredakan alam dari musibahnya.

Mari tuliskan namamu dalam kelompok pembela Rasulullah SAW. Dengan menginfakan harta melalui Bank Syariah Mandiri , No Rek 061-7121-494 atas nama Munzir Al Musawa. Selamat Datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. Betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan penghibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah Sang Nabi SAW.

Maka Wahai Yang Maha Membangkitkan Kemuliaan bangkitkanlah semangat keluhuran di sanubari kami khususnya dan di sanubari penduduk nusantara ini, dengan kedatangan Hamba Mu yang kau muliakan sebagai pewaris perjuangan Sang Nabi SAW yang telah dibawa dan diemban oleh para Da'I terpilih Mu dari zaman ke zaman. Jadikan kedatangan beliau sebagai hembusan Rahmat Mu pada Jutaan sanubari penduduk negeri ini, maka terangkatlah musibah dan bencana, terampunilah dosa dosa, dan sejuklah sanubari hamba hamba Mu di negeri ini, Amiin.

DOA NABI KHIDIR AS
(Doa Menolak Bala)


دُعَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتْ وَسَاوسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ، وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخرجًا، اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ، وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ، تَتَوَدَدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ، وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى، وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم، وَصَلَى الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ .
Doa Al Faraj li Sayyidina Al Khidir Alaihissalam

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam,
Allahumma kamaa lathafta fii ‘adhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘adhamatika alal ‘udhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisasshuduuri kal’alaniyyati ‘indaka, wa ‘alaa niyyatilqauli kassirri fii ilmika, wanqaada kullu syayin li ‘adhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal akhirati kulluhu biyadika.
Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,
Allahumma inna ‘afawaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy,
athmi’niy ‘an as’aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa. Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’i ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainaka, tatawaddaduu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy alal Jaraa’ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya. innaka antattawaburrahiim ,wa shalallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallim.

DOA MOHON KESELAMATAN
NABI KHIDIR AS

Wahai Allah, Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu melebih segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan, Dan Engkau Maha Mengetahui terhadap apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi di atas Arsy Mu, dan semua yg telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat dihadapan Mu, dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia Yang terpendam dalam Pengetahuan Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu, dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu, Maka jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, Wahai Allah kumohon maaf Mu atas dosa dosaku, dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan kesalahanku, dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas diberikan pada Ku karena kehinaanku, kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu, Sungguh selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan Mu, Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku dengan kenikmatan kenikmatan Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dg perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada Mu, maka kembalikanlah dengan Anugerah Mu dan Kebaikan Mu padaku, Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal dan Engkau Maha Berkasih sayang,
Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta.

Kamis, 17 Desember 2009

DOA AKHIR TAHUN dan AWAL TAHUN HIJRIYAH

Disunatkan membaca doa ini, baik sendirian atau berjamaah. Doa Akhir Tahun dibaca menjelang Maghrib, dan doa Awal Tahun dibaca setelah Maghrib tanggal 01 Muharrom (Syuro)

DOA AKHIR TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
Ya Alloh ! Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU, maka sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku !
Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari MU, wahai Dzat Yang Maha Pemurah!
Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

DOA AWAL TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّمَ. آمين

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau.
Ya Allah ! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba : kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada MU dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau. Semoga Alloh mengabulkan permohonan kami.

Kamis, 26 November 2009

Sedang Menantikan

Sedang Menantikan "MUTIARA dan SANG NELAYAN Vol. 2"
Selamat Menunggu.....

Selasa, 14 April 2009


KIAT SUKSES DALAM UJIAN NASIONAL
Oleh : M. Naulil Alfaroby
Hati terasa gundah, resah, pikiran semakin tidak tenang, bahkan stress. Kejadian inilah yang melanda sebagian besar pelajar Indonesia seiring dengan semakin dekatnya waktu Ujian Nasional. Apalagi ditambah standarisasi kelulusan yang mencapai angka 5,50. Tentunya telah cukup membuat pusing tujuh keliling bagi para guru dan juga pelajar yang memiliki IQ pas-pasan.
Jika tidak ada aral melintang InsyaAllah pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional akan mengadakan gelaran akbar Ujian Nasioal pelajar seluruh indonesia mulai tanggal 20 April 2009 untuk tingkat SMA dan pada tanggal 27 April 2009 untuk tingkat SMP. Tentu saja waktu itu semakin dekat dan semakin dekat saja. Jika semua pelajar di suruh memilih maka mereka tentunya akan memilih pemerintah tidak usah mengadakan Ujian Nasional saja. Ataupun kalau terpaksa harus melakukan Ujian Nasional maka para pelajar tentu ingin mendapatkan kelulusan semua.
Namun bukanah pelajar Indonesia jika harus mundur dari medan pertempuran sebelum genderang perang ditabuh. Setidaknya dengan adanya Ujian Nasional ini para pelajar akan diuji kualitas dan kemampuan pemahaman terhadap pelajaran yang telah digelutinya selama hampir 3 tahunan itu.
Dengan semangat dan motivasi yang kuat dalam belajar, kemudian di topang dengan ketekunan dalam berdoa, maka tidak ada alasan bagi seorang pelajar melainkan akan mendapatkan KELULUSAN yang diidam-idamkan.
Melalui tulisan ini, kami mencoba membantu kepada para pelajar baik SMP maupun SMA khususnya pelajar muslim untuk melangkah lebih pasti dalam meraih kesuksesan Ujian Nasional tentunya dengan bimbingan Allah swt.
PERSIAPAN-PERSIAPAN
1. Belajar
Tentu menjadi hal yang paling utama dan pertama sebagai seorang pelajar adalah belajar. Begitu juga ketika akan menghadapi ujian maka belajar menjadi hal yang mutlak sebagai syarat untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan.
Berusaha dengan keras memahami pelajaran, menguasai keyword-keyword dari permasalahan dan pertanyaan. Terus mengulang-dan mengulang pelajaran hingga hafal betul. Menanyakan kepada guru, teman, atau pakar jika ada pelajaran yang belum dipahami.
Melakukan try out individual maupun kolektif sedari terus mengukur kemampuan dan kelemahan kita pada pelajaran dan pembahasan soal hingga tak ada lagi pelajaran dan pembahasan yang belum dipahami atau dimengerti.
2. Persiapan Fisik
Senantiasa menjaga kondisi kesehatan, tidur teratur, istirahat yang cukup, makan teratur dan berolahraga. Jangan sampai kesehatan menurun, kurang fit saat mengikuti Ujian Nasional
Ingatlah ....... اَلْعَقْلُ السَّالِمِ فىِ جِسْمِ السَّالِمِ
“Akal yang sehat terdapat pada jasmani yang sehat”.
3. Persiapan Mental
Selain persiapan fisik, kita juga harus menyiapkan mental dan kejiwaan kita, pikiran kita tidak boleh dibebani dengan hal-hal lain selain konsentrasi dengan materi ujian. Tumbuhkan rasa optimisme dan kepercayaan diri yang penuh bahwa kita mampu dan dapat melewati ujian degan kesuksesan.....bi idznillah wa bi ‘aunillah InsyaAllah.
YANG HARUS DILAKUKAN
1. Mendapatkan Ridha Allah
Mendapat ridha Allah swt tentunya menjadi kunci dari kesuksesan seorang muslim dalam mengahadapi ujian. Bukankah kita tahu bahwa ketika Allah swt ridha kepada hamba-Nya maka apapun permintaannya akan dikabulkan. Hal ini dapat kita lakukan dengan senantiasa berdoa, memohon ampunan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak berdzikir dan beribadah wajib maupun sunnah.
2. Mendapatkan Ridha Rasul saw
Selanjutnya kita harus berusaha untuk mendapatkan ridha dari Rasulullah saw. Tentu kita semua tahu bahwa manusia yang paling dicintai Allah swt adalah baginda Rasulullah saw. Untuk itu mendapat ridhanya akan memudahkan kita mendapat ridha Allah swt. Caranya bagaimana? Dengan mengikuti dan menghidupkan sunnah-sunnahnya, meneladani akhlaqnya, mengidolakannya dan tentunya memperbanyak membaca sholawat kepadanya.

3. Mendapatkan Ridha Orang tua
Ridha orang tua menjadi sangat penting bagi seorang muslim yang akan menghadapi ujian. Karena pada ridha kedua orangtua, ridha Allah swt bergantung dan sebaliknya murka Allah bergantung kepada murka keduanya. Untuk mendapatkan ridha kedua orang tua, kita harus senantiasa berbakti kepadanya, membuatnya senantiasa bahagia, jangan sampai membuat mereka sakit hati. Cepat-cepatlah meminta maaf jika kita melakukan kesalahan kepada mereka. Apalagi saat-saat menghadapi ujian mintalah restu keikhlasan dan ketulusan dari mereka. Karena restu mereka sangat menentukan kesuksesan kita.
4. Mendapatkan Ridho Guru
Selain ridha kedua orang tua, kita juga harus mendapatkan ridha dari guru-guru kita. Karena tidak bisa dipungkiri guru adalah orang tua kita juga. Merekalah yang mendidik, membimbing dan mengarahkan kita hingga menjadi lebih baik. Ridhanya guru kepada seorang murid berarti dia telah ridha memberikan ilmunya kepada murid-muridnya. Ketika ilmu kita telah mendapatkan ridha guru maka akan semakin bermanfaatlah ilmu kita. Untuk mendapatkan semua itu kita harus memohon kepada guru kita untuk mengikhlaskan ilmu yang diberikan dan diajarkannya kepada kita, dan jangan lupa mintalah doa dan restunya agar kita diberikan kemudahan dalam ujian.
ANJURAN-ANJURAN
1. Memohon Doa Kesuksesan Kepada Keluarga, Sanak Saudara, Teman-Teman
Semakin banyak orang yang mendoakan kita, maka akan semakin besar kekuatan doa kita, dan semakin besar peluang cepat dikabulkannya doa kita.
2. Meninggalkan Kemaksiatan
Salah satu kunci kesuksesan seorang muslim adalah dia berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perintah-perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Ketahuilah banyaknya dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan akan menghalangi rahmat dan cahaya Ilmu Allah sampai pada kita, begitu juga banyaknya dosa dan kemaksiatan akan menjadikan doa kita tidak dikabulkan......na’udzu billah.
3. Perbanyak Bershodaqah
Perbanyak bershodaqah kepada fakir miskin dan mintalah doa kepada mereka. Ketahuilah shodaqah dapat mempercepat terkabulnya doa dan juga dapat mencegah keburukan yang akan menimpa kita.
4. Puasa Sunnah Senin-Kamis
Dengan melakukan amalan-amalan sunnah seperti puasa, InsyaAllah doa-doa kita akan cepat dikabulkan oleh Allah. Tidakkah kita tahu bahwa doa orang yang dalam keadaan lapar(berpuasa) dikabulkan oleh Allah swt. Disamping itu orang yang perutnya dalam keadaan kosong(berpuasa) maka semua energinya akan tersalur pada otaknya dan akan membantu dalam proses pemahaman ketika belajar. Sebaliknya orang yang perutnya kenyang maka energinya akan terkuras untuk perutnya karena proses pembakaran makanan (oksidasi) yang akan mengakibatkan lemahnya energi yang tersalur pada otak.
5. Sholat Dhuha
Sempatkan diri kita di waktu dhuha untuk bersujud walau hanya dua rakaat untuk mengadukan keadaan kita, kelemahan dan kebodohan kita, agar Allah swt membukakan pitu ilmu, rahmat dan rizkiNya kepada kita. Ketahuilah sholat dhuha sangat besar manfaatnya bagi seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu. Allah akan menutupi kekurangan dan kelemahan kita sebagai pelajar dengan fadhilah sholat dhuha.
6. Sholat Tahajjud
Dinginnya air dan udara malam yang membekukan jari jemari kita tentu tiada artinya dibanding dengan kesuksesan dan keberhasilan yang akan Allah berikan kepada kita. Ingatlah Allah telah menjanjikan kedudukan mulia kepada hamba-hambaNya yang mau bangun malam dan menyungkur bersujud memuji keagunganNya disaat orang-orang tertidur lelap dengan mimpi-mimpinya.
7. Bersiwak
Biasakan bersiwak sebelum sholat, berbicara, belajar, dan membaca, karena siwak sangat membantu dalam proses perkembangan otak dan kecerdasan. Apalagi ketika ujian bersiwaklah sebelum membaca dan menjawab soal. Tidakkah kalian tahu bahwa siwak disamping mensucikan gigi ternyata juga dapat mendatangkan ridha dan keberkahan dari Allah swt.
DOA-DOA KHUSUS DALAM UJIAN
1. Doa dibaca setiap hari sebelum Ujian
اَللّهُمَّ ارْزُقْناَ فَهْمَ اللُّغَةِ وَالْقَلَمِ وَالسُّؤاَلِ وَالْجَوَابِ وَالنَّجَاحِ فىِ اْلإِمْتِحَانِ
“Allahummar zuqna fahmall lughoti wal qolami wassu’aali wal jawaabai wannajaahi fil imtihaani”.
“Ya Allah limpahkanlah kemampuan memahami bahasa, tulisan, bertanya dan menjawab serta kesuksesan dalam ujian”.
2. Doa Ketika Dalam Perjalanan Menuju Tempat Ujian
وَلَمَّّّّّّّّا دَخَلُواْ مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوْهُمْ مَّاكَانَ يُغْنِى عَنْهُمْ مِنَ اللهِ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ حاَجَةً فِى نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضهَاج.....×7(di baca 7x)
“Walamma dakholuu min haitsu amarohum abuuhum maa kaana yughniy ‘anhum minallaahi min syaiin illa haajatan fiy nafsi ya’quuba qodhoohaa”.
“Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, Maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya”. (QS.Yusuf : 68)
Ketika masuk ruang ujian dahulukan kaki kanan sambil membaca :
حم لاَ يُنْصَرُوْنَ ×7 (di baca 7x)
“Haamiiiiiim laa yunshoruun”.
Tanpa bernafas dan letakkan salah satu tangan ke dada

3. Doa Ketika Menerima Soal Ujian
رَبَّناَ اَتِناَمِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّءْ لَناَمِنْ اَمْرِناَرَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِىْ صَدْرِى وَيَشِّرْلِى اَمْرِى
“Robbana aatinaa min ladunka rohmatan wahayyi lanaa min amrinaa rosyadaa. Robbis rohliy shodriy wayassirliy amriy”.
“Ya Allah ya tuhanku berilah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku”.

4. Doa Ketika Mulai Mengerjakan Soal Ujian
بِسْمِ اللهِ ثِقَّةً باِللهِ وِتَوَكُّلاً عَلَيْهِ
“Bismillahi tsiqqotan billahi watawakkulan ‘alaihi”.
“Dengan menyebut nama Allah, kami percaya kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya”.

5. Doa Setelah Selesai Mengerjakan Soal Ujian
ماَ شَاءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ
“Maa syaaAllah laa quwwata illa billahi”.
“Semua atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan kekuatan Allah”.
6. Doa Yang Dibaca Setiap Hari Setelah Ujian Selesai
ياَ أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ ×3 أَمِنَّا مِمَّا نَخَافُ
ياَ أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ ×3 سَلِّمْناَ مِمَّا نَخَافُ
ياَ أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ ×3 نَجِّناَ مِمَّا نَخَافُ
“Yaa amaanal khooifiiin Aaminnaa mimmaa nakhoof”.
“Yaa amaanal khooifiiin Sallimnaa mimmaa nakhoof”.
“Yaa amaanal khooifiiin Najjinaa mimmaa nakhoof”.
Wahai Dzat yang memberi rasa aman dari segala ketakutan / kekhawatiran. Amankan kami dari segala yang kami takutkan/khawatirkan (KETIDAKLULUSAN).
Wahai Dzat yang memberi rasa aman dari segala ketakutan / kekhawatiran. Selamatkan kami dari segala yang kami takutkan/khawatirkan(KETIDAKLULUSAN).
Wahai Dzat yang memberi rasa aman dari segala ketakutan / kekhawatiran. Jauhkan kami dari segala yang kami takutkan/khawatirkan(KETIDAKLULUSAN).
7. Doa Tawassul Pada Nabi Muhammad Saw

Setelah selesai Shalat Hajat lalu membaca :
سُبْحَانَ اللهِ وَبِِحَمْدِهِ ×100
الَسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَارَسُوْلُ اللهِ ×100
“Subhanallah wabihmadih”.
“Assalamu’alaika Ya Rosulullah”.
Lalu membaca doa ini :
الَلّهُمَّ إِنيِّ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مَحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَامُحَمَّدٌ، إِنِّيْ تَّوَجَّهْتُ بِكَ إِلىَ رَبِّي فيِ حَاجَتِي هذِه..... فَتُقْضَى لِي، الَلّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ وَشَفِّعْنِي فِيْهِ
“Allahumma inniy as’aluka wa atawajjahu ilaika binabiyyika Muhmmadin nabiyyir rohmah, Inniy tawajjahtu bika ilaa robbiy fiy haajatiy hadzihi.........fatuqdhoo liy, Allahumma syaffi’hu fiyya wa syaffi’niy fiih”.
“Wahai Allah, sungguh aku memohon pada Mu, dan menghadap dan mengemis pada Mu demi Nabi Mu Muhammad (saw) Nabi Rahmat, wahai Muhammad sungguh aku menghadap denganmu kepada Tuhanku tentang hajatku ini, maka hingga engkau mengabulkannya, Wahai Allah jadikan beliau saw membantuku dan jadikan aku dikelompok orang orang yg dibantu oleh beliau (saw)”.
(Pada titik-tikik sebut hajat/keinginan kalian dalam hati )

Berusahalah sekuat tenaga dan pikiran untuk mengerjakan soal sebaik mungkin. Mohonlah kepada Allah, semoga Allah melimpahkan kemudahan, kesuksesan, keberhasilan dan kelulusan dalam Ujian Nasional. Kemudian bertawakallah kepadaNya.

Selamat berjuang wahai para pelajar
Semoga kesuksesan menyertai kalian.....!!!


KEUTAMAAN SHODAQOH
Oleh : Santri Mbellings

Dikisahkan bahwa ada seekor burung elang terbang menemui Sulaiman bin Dawud dan berkata :" Ada seseorang yang memiliki pohon dan diatas pohon itu aku bertelur serta beranak, maka sipemilik pohon itu memanjat dan mengambil anak-anak saya. Maka Sulaiman memanggil dan melarangnya. Kemudian Sulaiman berkata kepada dua Syaitan: saya perintahkan kalian berdua untuk mengawasi dia pada tahun yang akan datang, dan jika ia masih mengambil anak-anak burung elang ini maka tangkaplah dia dan potonglah tubuhnya menjadi dua bagian kemudian lemparkanlah satu bagian ketimur dan bagian lainnya kebarat.
Setahun kemudian orang tersebut kembali memanjat dan mengambil anak-anak burung elang tersebut, Dia lupa akan perintah dan ancaman Sulaiman yang ditugaskan kepada dua Syaitan. Maka burung elang tersebut menghadap ke Sulaiman dan melaporkannya tentang perbuatan pemilik pohon tersebut. Maka Sulaiman memanggil dua Syaitan tadi untuk diberikan hukuman, dan berkata Sulaiman kepada mereka : mengapa kalian tidak mengerjakan apa yang aku perintahkan? Dua Syaitan tersebut menjawab : Hai Khalifah Allah! Sungguh ketika pemilik pohon itu akan memanjat pohon, kami berusaha untuk menangkapnya sesuai dengan perintah engkau, tapi sebelum memanjat pohon, ia memberi sepotong roti kepada fakir miskin, Maka Allah SWT mengutus dua Malaikat dari langit dan menangkap kami berdua. Dan membuang kami berdua ketimur dan kebarat. dengan demikian terhindarlah pemilik pohon tersebut karena keberkahan Shodaqoh.

Senin, 13 April 2009


13 SIFAT PEREMPUAN YANG TIDAK DISUKAI LAKI-LAKI
Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur,
beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.
Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:
1. Perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.
2. Perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.
3. Perempuan materialistis “Maaddiyah”
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.
4. Perempuan pemalas “muhmalah”
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.
5. Perempuan bodoh “ghobiyyah”
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.
6. Perempuan pembohong “kadzibah”
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.
7. Perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…
8. Perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
9. Perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.
10. Perempuan murahan “mubtadzilah”
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.
11. Perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.
12. Perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.
13. Perempuan fanatis “mumillah”
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Sumber : kebunhikmah.com


CANTIEQ
Oleh : M. Naulil Alfaroby

CANTIK??? Ya kata itulah yang semua wanita ingin memilikinya dan semua lelaki sangat mendambakannya....mengiginkannya dan bahkan memperebutkannya.
Mendengar kata cantik. Tentu yang terbayang adalah wanita dengan paras muka putih bersih, kulit halus lembut, bibir merekah, hidung mancung, rambut lurus terurai, badan langsing singset. Ya seperti iklan di TV itu lho katanya......tapi benarkah itu cantik yang sesungguhnya???
Memang kebanyakan semua orang menilai bahwa cantik adalah secara fisik semata namun siapa bilang cantik fisik adalah segalanya. Banyak cerita memang orang banyak menghabiskan hartanya hanya untuk mendapatkan wajah yang cantik, hidung yang mancung ataupun kulit yang halus namun semua itu ternyata tidak maksimal dan tidak bertahan lama.
Cobalah kita renungkan berapa lama kulit ang halus mulus akan tetap bertahan dari datangnya kerut keriput ?
Cobalah renungkan berapa lama rambut hitam lurus terurai akan tetap bertahan dari datangnya uban yang memutih?
Cantik fisik hanya bertahan beberapa lama saja karena pasti akan tiba waktunya kecantikan fisik memudar dan berakhir. Saat kecantikan fisik mencapai puncaknya saat itu pula mungkin banyak orang yang mendekatinya, memujinya bahkan mengidolakannya namun siapa sangka ketika kecantikan itu telah pudar semua pun meninggalkannya dan berakhir sudah petualangan kecantikannya.
Adapun cantik yang sesungguhnya bagi seorang wanita adalah kecantikan hatinya. Tidakkah kita lupa bahwa semua kecantikan itu sesungguhnya bersumber dari hati. Orang yang memiliki hati yang bersih dan dipenuhi dengan kebaikan akan memunculkan kepribadian yang baik, kelembutan akhlak dan ketenangan dalam bersikap. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging. bila ia baik, maka baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh perbuatannya, dan hal itu adalah hati.'' (HR Bukhari dan Muslim).
Dan tentu juga harus diketahui bahwa Allah swt sesungguhnya tidak melihat kecantikan paras atau tubuh kita akan tetapi Allah swt hanya melihat pada kecantikan hati kita. Semakin cantik hati seorang wanita maka pandangan cinta dan rahmat Allah semakin banyak tertuju padanya.
Jadi alangkah indahnya wanita yang memiliki kecantikan hati didalam jiwanya.....!!!
Ingatlah kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya bukanlah dengan pakaian mewah, aksesoris yang melekat pada tubuhnya ataupun emas permata yang menghiasi tubuhnya akan tetapi kecantikan wanita yang sesungguhnya ada pada kelembutan dan keluhuran budi pekerti dan ilmunya.
Untuk mewujudkan kecantikan hati, seorang wanita tidaklah harus meributkan diri seperti halnya dalam mendapatkan kecantikan fisik. Kecantikan hati dapat diperoleh dengan meneladani Rasulullah saw melalui istri-istri dan putri-putrinya. Bagaimana keluhuran dan keutamaan akhlaq mereka menunjukkan kecantikan hati yang sesungguhnya.
Kecantikan hati adalah balutan dari keluhuran akhlaq, amal shaleh dan ketakwaan seorang wanita.
Sungguh Ibnu Abbas pernah berujar ''Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, keberkahan dalam rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya.''
Selanjutnya tinggal menunggu apa.......???
kecantikan sudah ada didepan mata.....
wahai para wanita............!!!!